Review The Last Naruto The Movie: Ketika Naruto menjadi Romantis

Review The Last Naruto The Movie: Ketika Naruto menjadi Romantis

Sejak dirilis, The Last: Naruto The Movie telah menarik perhatian penggemar anime, terutama para pencinta kisah Naruto. Film ini merupakan penutup dari saga Naruto sebelum memasuki era baru, dan mengusung tema yang sedikit berbeda dari film-film sebelumnya. Fokus pada sisi romantis Naruto menjadikan film ini unik dan menyentuh bagi para penggemarnya.

Review The Last Naruto The Movie: Ketika Naruto menjadi Romantis
Review The Last Naruto The Movie: Ketika Naruto menjadi Romantis

Review The Last Naruto The Movie: Ketika Naruto menjadi Romantis

The Last: Naruto The Movie dimulai dengan momen tenang setelah perang besar yang melibatkan Kaguya dan Madara. Naruto kini dikenal sebagai pahlawan desa, namun kehidupan pribadinya masih penuh kebingungan. Fokus utama film ini adalah kisah cinta antara Naruto dan Hinata, yang perlahan namun pasti menemukan jalannya menuju kebersamaan.

Konflik utama bermula ketika Ootsuki Toneri, keturunan langsung dari Hamura Ootsuki, muncul dengan rencana menghancurkan dunia ninja. Toneri menculik Hanabi Hyuga untuk mengambil Byakugan murninya, yang diperlukan untuk membangkitkan kekuatan Tenseigan. Naruto dan timnya—yang terdiri dari Hinata, Sakura, Sai, dan Shikamaru—dikirim untuk menyelamatkan Hanabi dan mencegah kehancuran dunia.

Dinamika Romantis: Perjalanan Emosional Naruto dan Hinata

Film ini menggambarkan perubahan besar dalam diri Naruto, terutama ketika ia mulai menyadari perasaannya terhadap Hinata. Hubungan mereka dipenuhi dengan momen manis dan canggung, terutama saat Naruto mulai memahami bahwa Hinata selalu berada di sisinya dalam suka dan duka.

Naruto mulai menyadari bahwa Hinata bukan sekadar teman biasa. Momen ketika mereka terperangkap dalam genjutsu mimpi, yang memperlihatkan perasaan terdalam Hinata, menjadi titik balik bagi Naruto. Kesadaran akan perasaan cinta tersebut membuat Naruto bertekad untuk melindungi Hinata dari bahaya.

Ootsuki Toneri: Musuh dengan Rencana Menghancurkan Dunia

Toneri merupakan keturunan klan Ootsuki yang merasa dunia ninja adalah sebuah kesalahan. Ia berusaha menghancurkan dunia dengan menggerakkan bulan dan memecahkannya menjadi asteroid untuk menghantam bumi. Rencana ini baru bisa terlaksana dengan kekuatan Byakugan murni dari Hanabi, yang telah ia ambil.

Tidak hanya itu, Toneri juga mengincar Hinata sebagai pengantin karena menyadari bahwa Hinata merupakan Putri Byakugan. Hinata menerima lamaran Toneri dengan tujuan menyusup dan menyelamatkan Hanabi, namun hal ini justru membuat Naruto merasa patah hati. Adegan ketika Naruto galau setelah Hinata pergi menambah emosi dalam film ini.

Pertarungan Epik di Bulan

Film ini mencapai klimaksnya ketika Naruto dan Toneri bertarung di permukaan bulan. Pertarungan ini tidak hanya mempertaruhkan nyawa Naruto, tetapi juga masa depan dunia ninja. Dengan bantuan Kurama dan kerja sama tim, Naruto berhasil menghancurkan Tenseigan dan mengalahkan Toneri.

Pertarungan yang penuh ledakan dan teknik ninja yang spektakuler mengingatkan kita pada nuansa klasik dari seri Naruto. Namun, nilai emosional lebih menonjol dalam film ini karena terikat dengan perjalanan cinta Naruto dan Hinata.

Tema Cinta dan Perjuangan

Film ini tidak hanya menampilkan aksi dan pertarungan, tetapi juga menawarkan pandangan baru tentang makna cinta dalam dunia ninja. Naruto, yang sebelumnya tidak memahami perasaan cinta, mulai mengerti bahwa Hinata telah mencintainya sejak lama. Momen saat Naruto memegang tangan Hinata dan berjanji untuk selalu bersamanya merupakan salah satu adegan paling emosional dalam film.

Baca juga:Novelis The Vampire Diaries Meninggal pada Usia 66 Tahun

Kritik dan Pujian: Romantis namun Tetap Epik

Sebagai film penutup kisah Naruto, The Last berhasil menyajikan alur yang mengalir dan penuh emosi. Beberapa penggemar mungkin merasa kecewa karena kurangnya aksi dibandingkan film sebelumnya. Namun, fokus pada perkembangan karakter dan dinamika hubungan antara Naruto dan Hinata justru memberikan sentuhan segar.

Dari segi animasi, film ini menampilkan kualitas visual yang menawan. Adegan pertarungan di bulan, dengan efek cahaya dan bayangan, terlihat sangat epik. Musik latar juga mampu mengiringi momen romantis maupun pertempuran dengan baik.

Kesimpulan: Romansa yang Penuh Makna

The Last: Naruto The Movie menunjukkan bagaimana Naruto tumbuh dari seorang anak nakal yang kesepian menjadi sosok dewasa yang memahami cinta. Film ini tidak hanya menjadi penutup yang layak bagi kisah Naruto, tetapi juga awal baru bagi generasi selanjutnya. Bagi penggemar setia Naruto, film ini akan memberikan pengalaman emosional yang mendalam dan memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *